Caleg Perempuan Berkarya di Dapil Neraka

JAKARTA, LINTASSUMSEL.COM,– Nama-nama politikus terkemuka bakal berlaga di Pemilihan Umum Anggota Legislatif (Pileg) 2019. Sejumlah kawasan seolah menjadi daerah pemilihan (dapil) neraka karena mempertemukan sejumlah nama besar untuk memperebutkan kursi Senayan.

Sebut saja dapil DKI III, dapil ini bagi politisi juga dianggap sebagai ‘dapil neraka’. Dapil DKI III meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. Selain masyarakatnya yang heterogen dapil 3 DKI adalah barometer kemenangan bagi partai-partai sehingga tokoh dan politisi gaek sengaja diterjunkan partai untuk berlaga di dapil tersebut

Sederet nama anggota dewan juga maju lagi lewat Dapil DKI III, antara lain politikus senior Yusril Ihza Mahendra. Ketua Umum PBB ini juga ada di nomor urut 1. Charles Honoris (PDIP), Effendi Simbolon (PDIP), dan Ahmad Sahroni (NasDem), juga Abraham Lunggana (Lulung) yang kini maju dari PAN.

Di jajaran nama baru ada Raslina Rasyidin, Partai Berkarya. Artis yang juga aktivis perempuan ini turut berlaga untuk meraih suara di dapil 3 DKI (dapil neraka). Partai Berkarya, Partai baru besutan Tommy Soeharto itu memang sejak awal pasang target tinggi untuk mengincar kursi legislatif, sehingga tentunya akan totalfootball untuk memenangkan kadernya.

“Berdasarkan hasil survey, dapil 3 DKI memang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi, disebabkan masyarakatnya yang heterogen, namun saya yakin bahwa saat ini masyarakat kita adalah masyarakat dengan kualitas pemahaman demokrasi yang baik, sehingga masyarakat tentunya akan menentukan pilihan dengan cermat,” ujar Raslina Rasyidin saat diwancarai redaksi (Rabu, 19 September 2018)

“Kami, di Partai Berkarya memandang khususnya untuk Dapil DKI 3, beberapa priode ini justru terjadi kemunduran. Dari 8 kursi yang diperebutkan belum ada wakil perempuan, sedangkan 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen sebagai wakil rakyat adalah salah satu upaya nyata untuk meningkatkan peran perempuan dan hal inilah yang akan kami perjuangkan, “ujarnya.

“Fakta yang tidak bisa kita pungkiri, bahwa 98 persen permasalahan-permasalahan terkait anak dan perempuan seperti tingkat kematian ibu melahirkan, gizi buruk, kekerasan dalam rumah tangga, human traffiking, pendidikan dan kesehatan terhadap anak, semua kegiatan terkait penanganannya dilakukan oleh perempuan, sehingga keterwakilan perempuan di parlemen untuk memperjuangkan kepentingan perempuan menjadi hal mutlak, dan masyarakat sangat mengerti mengenai hal itu,” ujarnya menambahkan.

“Jika dikatakan persaingan di dapil DKI 3 akan ketat karena banyak figur tokoh dan politisi gaek, iya, tetapi saya meyakini bahwa masyarakat akan memilih berdasarkan pengamatan bagaimana Integritas Sosial caleg yang akan dipilih. Sehingga point pentingnya, masyarakat akan menilai bagaimana kepedulian seorang caleg terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tutupnya. (Red)

Raslina Rasyidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *