Jokowi Sudah Tanda Tangan Prasasti Kampanye Damai, Tapi Pendukungnya Terus Mendukung Pak Jokowi Dengan Hoax

Oleh : Ferdinan Hutahaen

Kadiv Advokasi dan BanKum DPP P Demokrat

_Fakta Atas Beredarnya Video Dukungan SBY Kepada No Urut 1 Yang Di Edit*

JAKARTA, LINTASSUMSEL.COM, —Kemarin Pak Jokowi sudah menandatangani prasasti kampanye damai bersama capres Prabowo dan Partai peserta pemilu 2019. Sebuah deklarasi untuk menghindari Hoax, Fitnah dan kampanyevhitam serta kekerasan. *Namun apa daya, sepertinya itu hanya sebuah seremonial saja tanpa arti dan tanpa makna sebagaimana sepatutnya.*

Kami, Partai Demokrat merasa dirugikan oleh para pendukung pak Jokowi di Media Sosial, yang terus mendukung Jokowi dengan berita hoax dan fitnah dengan mencatut nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. *Di media sosial dan beredar dari group group percakapan WA, sebuah video yang di edit dan dipotong entah oleh siapa dan kemudian diedarkan para pendukung Jokowi secara masif di medsos.*

Video dukungan berdurasi singkat itu, SBY menyatakan dan meminta masyarakat mendukung paslon No 1 (Satu). Dipotong sampai disitu dan diartikan serta ditambahi narasi seolah SBY mendukung Jokowi yang mendapat nomor urut 1. *Kami nyatakan dan klarifikasi, bahwa video tersebut adalah video dukungan kepada salah satu pasangan calon gubernur yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada 2015 lalu.* Jadi bukan dukungan ke Jokowi.

*Sayangnya video tersebut diedit, dipotong hingga pesannya tidak utuh dan ditambahi narasi seolah itu video dukungan SBY kepada Jokowi.* Tidak sama sekali.

Kami meminta agar pak Jokowi mengingatkan pendukungnya untuk tidak menggunakan hoax mendukung pak Jokowi. *Teguran Jokowi sangat perlu kepada pendukungnya kecuali Jokowi menikmati hoax itu supaya juga tidak muncul dugaan bahwa jangan-jangan malah tim Pak Jokowi yang memfasilitasi editing video tersebut*.

Demikian kami sampaikan agar publik menjadi maklum dan mengerti kebenaran faktual bahwa *Susilo Bambang Yudhoyono, SBY mendukung sepenuhnya Prabowo Sandi bersama Demokrat.*

Jakarta, 24 September 2018

Ferdinand Hutahaen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *