Anhar Nasution Desak Presiden Keluarkan PERPU Terkait Narkoba

 

Jakarta, lintassumsel.com “Kami mendesak kepada Pemerintah, khususnya kepada Presiden Jokowidodo untuk serius, fokus, khusus berpikir dan berbuat untuk menyelamatkan anak bangsa dari bahaya Narkoba”.

Pernyataan tersebut disampaikan H. Anhar Nasution, ketua umum Satgas Anti Narkoba saat diwawancarai Lintas Sumsel terkait makin maraknya penyelundupan narkoba khususnya jenis sabu-sabu dari China dengan jumlah telah mencapai di atas puluhan ton . (sabtu23/06/018)

Menurut Anhar, presiden seharusnya segera mengeluarkan PERPU untuk lebih memperkuat peran Lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) dan dengan sungguh-sungguh merancang metode aktif untuk melibatkan masyarakat dalam P4GN. Selain itu, pemerintah juga tak bisa lepas untuk melibatkan TNI yang merupakan lembaga Pertahanan negara agar dapat ikut berperan aktif bersama lembaga BNN untuk mencegah terjadinya tindakan penyelundupan narkoba yang kian meresahkan.

Hal terkait di atas, menurutnya, tidak saja sekedar penugasan, namun harus diikuti dengan politik anggaran sehingga kekuatan TNI khususnya untuk turut menjaga pertahanan negara dari ancaman bahaya narkoba yang sangat nyata dilakukan oleh mafia dan bandar narkoba yang secara terorganisir itu, dapat dilaksanakan dengan maksimal karena adanya dukungan anggaran yang jelas.

Ancama serius dan dahsyat ini tergambar dari jumlah korban Anak bangsa mati sia-sia, “silahkan cek, jumlahnya telah mencapai 50 orang setiap harinya, dan jumlah barang haram narkoba yg masuk ke Indonesia telah mencapai ratusan ton, dan itu nyata, bukan khayalan lagi, tak terbantahkan”, ujar Ketua Umum Satgas Anti Narkoba ini menambahkan.

“Alasan apa lagi yang patut digunakan Presiden untuk menunda atau belum mau menerbitkan PERPU tentang Narkoba tersebut ? Sedangkan masaalah HTI (Hisbul Tahrir Indonesia) saja yang sampai hari ini masyarakat bingung dan heran dimana letak salah kelompok masyarakat ini, kok presiden dengan sigap langsung Menerbitkan PERPU”, ujarnya pula.

Menurut Anhar “harusnya kita bercermin, begitu heroisme nya tim penegak hukum tatkala menghadapi bahaya terorisme yang membuat masyarakat bangga dan merasa aman dan nyaman, padahal sejatinya korban teroris itu jauh lebih sedikit jika dibandingkan korban narkoba” .

Anhar Nasution yang juga menjabat sebagai ketua umum FAKTA (Forum Komunikasi dan Advokasi Pertanahan) ini menghimbau Kepada masyarakat untuk bersama-sama menggalang kekuatan dan menyaatukan tekad untuk melawan dan menyatakan perang terhadap bandar dan pengedar narkoba, hal ini sesuai sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, Bab 13 pasal 104 yang berbunyi :
kepada masyarakat diberikan hak seluas-luasnya untuk berperan serta dalam rangka P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ). Semoga presiden segara mengambil langkah untuk mengatasi hal ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *