Bola Liar Penempatan KomjenPol Iriawan Sebagai PLT Gubernur Jabar #dukunghakangket

 

Jakarta, Lintassumsel.com, Sekilas kita bisa memahami alasan Mendagri menempatkan Iriawan sebagai PLT GUB JABAR, berkilah bahwa telah sesuai peraturan perundangan. Betul lah, Pemerintah, kalau pun Salah pasti akan dibetul betulkan, namanya juga pemerintah yang sedang Berkuasa.

Dibalik itu, ada cerita bahwa Mendagri Sebelumnya telah mengusulkan Sekjen Kemendagri sebagai PLT GUB JABAR namun ditolak Presiden, bahkan katanya, Menkopolhukam Wiranto pun telah meworning; “sebaik nya janganlah TNI atau POLRI” namun Presiden mengabaikan nya juga.

Kalau kita amati kejadian ini nampaknya ada kekuatan besar yg membisiki Presiden Harus Komjenpol Iriawan yg menguasai Jawa Barat tatkala terjadi pesta demokrasi terbesar seluruh Indonesia ini. Pertarungan PILKADA Jawa Barat memang menjadi Titik tolak utama keberhasilan untuk menguasai Kemenangan PILPRES 2019 nanti.

Dari ke Empat kontestan yang bertarung yakni pasangan ASYIK, 2DM, RINDU dan HASANAH, untuk sementara ini kita bisa melihat tingkat elektabilitas Asyik, 2DM dan Rindu saling kejar mengejar. Sementara pasangan Hasanah yg dimana didalam nya ada PATI POLRI masih menempati urutan ke empat, sementara kita ketahui bahwa pasangan Hasanah ini didukung penuh oleh Partai berkuasa yakni PDI Perjuangan.

Apakah kemudian penempatan Iriawan sebagai PLT Gub Jabar diharapkan akan mampu mendongkrak suara Hasanah itu boleh-boleh saja demikian, maka wajar saja petinggi Golkar meradang dgn keputusan Mendagri Tjahyo Kumolo tersebut, mengingat Golkar yg merupakan Partai pendukung Pemerintah kali ini bersebrangan dengan kehendak Presiden, dimana Golkar mendukung pasangan 2DM sementara partai pendukung pemerintah lainnya seperti Nasden,PPP dan PKB yang pada kompetisi Jawa Barat ini mendukung pasangan Rindu agak sedikit adem ayem lah.

Namun apapun ceritanya, ketiga pasangan selain pasangan Asyik di atas, ketiga nya dikukung oleh Pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowidodo.

Jika polemik ini terus dimainkan, digoreng oleh banyak pihak pasti lah yang akan diuntungkan adalah pasangan Asyik, karena pasangan ini diluar Pemerintah, bisa dipastikan kekuatan ummat islam akan menyatu dengan masyarakat lain nya untuk mendukung Pasangan Asyik karena banyak faktor bisa kita simpulkan dari kebijakan yang kurang baik dan terkesan Ambisius dengan menempatkan Komjen Pol Iriawan Sebagai PLT Gub Jabar.

Lebih jauh kita bisa saja mereka- reka dan berpendapat pesimis jika pasangan Asyik diuntungkan dan mendapat suara mayoritas masyarakat Jabar ada skenario Jelek yg akan dimainkan Penguasa Daerah yang bisa saja apakah itu untuk alasan pengamanan wilayah atau bahkan bisa jadi sebalik nya.

Maka sebaik nyalah pemimpin Negri ini selalu mengedepankan kepentingan yang lebih besar daripada hanya mengutamakan ambisi pribadi atau kelompok, sadarlah bahwa tatkala seorang Presiden dilantik untuk masa jabatan yg diamanahkan oleh Undang Undang maka Dia merupakan Presiden Pemimpin untuk seluruh Rakyat Indonesia, bukan lagi Presiden untuk kelompok nya sendiri ,apalagi sebagai petugas partai.

Menjadi sangat naif lah, jika betul perkataan Mendagri bahwa telah mengusulkan Sekjen Kemendagri tersebut dan ke khawatiran pak Wiranto atas penempatan Anggota TNI, Polri sebagai PLT Gub Jawa barat ini benar ada nya.

Sebelum lebih jauh Polemik ini berkepanjangan dan menjadi bola liar menghantam ke semua arah sebaik nya Presiden Membicarakan dan serta mempertimbangkan kembali Keberadaan PLT Gubernur Jawa Barat ini.

Dutulis oleh : H. Anhar Nasution.
Ketua umum satgas anti narkoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *