Dua Pria Asal Kebumen Jateng, Pergi Haji Naik Sepeda Ontel

Lintas-Sumsel, Kebumen – Warga Kebumen dan sekitarnya dua hari terakhir dihebohkan oleh kisah dua pria setengah baya asal Purworejo dan Sidamara, yang berangkat haji bersepeda onthel.

Kisah itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook Cuinx Berkelana pada Minggu, 29 April 2018, pukul 06.09 WIB. Ia memajang dua foto. Satu foto, dua orang pria yang tengah didoakan oleh banyak orang. Satu foto lainnya bergambar sepeda onthel tua di bagian boncengannya berisi sebuah wadah berisi barang-barang.

Ia hanya memberi keterangan singkat, “Mugo slamet awal dumugi Akhir, tindak haji Numpak Sepeda Dengan restu keluarga (Semoga selamat dari awal hingga akhir, berangkat haji naik sepeda dengan restu keluarga),” tulis Cuinx Berkelana dalam

Empat akun membagikan unggahan tersebut. Komentar bernada positif pun mengalir. Rata-rata mendoakan supaya dua orang mulia yang naik haji bersepeda onthel dengan selamat dan tercapai cita-citanya.

Unggahan mengenai dua pria Kebumen yang naik haji ini kemudian viral ketika akun Facebook Andre Nauval mengunggah foto yang diakuinya adalah dokumentasi akun Cuinx Berkelana, di hari yang sama, sekitar pukul 16.07 WIB.

Total, ia mengunggah lima foto yang salah satunya adalah perpaduan berbagai foto. Dalam keterangannya, Andre Nauval menceritakan bahwa dua orang ini adalah K Khudori, Purworejo dan Nuruddin, Sidamara, Kebumen akan berangkat haji bersepeda onthel.

Doa-doa untuk 2 Pria yang Naik Haji Bersepeda Onthel

Dua pria Kebumen berangkat haji berpeda onthel didoakan oleh keluarga tetangga sekampung. (Foto: Liputan6.com/Andre Nauval/Muhamad Ridlo)

Dua foto pertama adalah foto yang telah diunggah oleh Cuink Berkelana. Foto lainnya, menggambarkan bahwa warga sekampung mengerumuni dua pria berusia 45 tahun yang hendak berangkat haji dengan mengayuh sepedanya.

Sontak, unggahan dua pria berangkat haji dengan bersepeda onthel ini menjadi viral. Tercatat hingga Selasa pukul 13.26 WIB, unggahan ini telah dibagikan 2.199 kali. Jumlah yang menyukai unggahan ini pun mencapai 6.500 lebih pengguna Facebook.

Ribuan komentar bernada positif dan doa-doa mengalir deras. Salah satunya dari akun Imania Nurfita. Dia mendoakan agar kedua orang yang berangkat haji itu selamat dari awal hingga akhir. Menurutnya, haji dengan bersepeda adalah perjuangan yang luar biasa.

“Subhanallah..mereka dg niat lillahitaala menuju mekkah dgn perjuangan yg sungguh luar biasa dan tekad yg kuat..semoga perjalananmu nenuju rumah ALLAH tercapai dgn keadaan sehat walfiat y kek..amin..amin y rhob,” tulisnya dalam kolom komentar.

Akun lainnya, Syubah AR, mengingatkan bahwa perjalanan haji zaman dahulu dengan sekarang sudah sangat berbeda jauh. Ia berkisah pada masa lalu, orang-orang Indonesia dan seluruh penjuru dunia yang ingin berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW harus naik sampan atau kapal.

Ia pun mendoakan agar dua orang ini menjadi haji yang mabrur.

“Orangtua2 qt, leluhur2 qt dulu haji ke Mekkah dan sowan ke Kanjeng Rosululloh berangkat naik sampan, semoga bapak2 Kiai diatas ini dirahmati oleh Alloh dan dimudahkan perjalanannya menuju ridloMu ya Alloh, selamat pulang pergi dan haji mabrur, امين,” tulisnya.

Rute Perjalanan

Dua pria Kebumen berangkat haji berpeda onthel didoakan oleh keluarga tetangga sekampung. (Foto: Liputan6.com/Andre Nauval/Muhamad Ridlo)

Andre Nauval menerangkan dalam unggahannya, dua pria Kebumen ini akan mengayuh sepeda onthel dari Kebumen menuju Tanjung Priok. Lantas, perjalanan dilanjutkan dengan kapal hingga melewati Selat Malaka yang meliputi Thailand, Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Teluk Bengala (India dan Bangladesh).

Lantas perjalanan masih berlanjut dengan berlayar di Samudera Hindia (Yaman, Sri Lanka dan India), Selat Bab el Mandeb (Yaman), Laut Merah di Arab Saudi, lalu berakhir di Pelabuhan Jeddah, Arab Sudii.

Dari pelabuhan ini, dua pria Kebumen yang berangkat haji berpeda onthel akan melanjutkan perjalanan hingga Mekah dan Madinah. Andre Naufal juga menjelaskan, tekad kedua orang ini sudah sangat bulat.

Mereka mengurus sendiri paspor dan dokumen lain yang diperlukan untuk berangkat haji. Saat mengurus keperluan haji di Kantor Imigrasi Cilacap pun, mereka berdua rela bolak-balik Kebumen-Cilacap dengan bersepeda onthel.

“Seingat saya sudah tiga kali Bapak bolak-balik ke Cilacap ngurus paspor,” Andre Naufal menambahkan.

Mengenai dua orang yang mengurus dokumen keberangkatan haji, Humas Kantor Imigrasi Cilacap, Ade belum bisa mengonfirmasi. Ia mengaku sedang berada di luar kantor (libur). Tetapi, ia berjanji akan mengecek dokumen kedua orang tersebut.

Liputan6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *