Elektabilitas Jokowi – Maruf Tiarap, Prabowo – Sandi Signifikan

LINTASSUMSEL.COM, JAKARTA,-Pemilu presiden (Pilpres) 2019 diharapkan menjadi ajang pertarungan gagasan, sehingga tidak hanya figur yang dikedepankan kepada masyarakat, karena publik sangat berharap bahwa di dalam Pilpres kali ini benar-benar yang dilempar kepada masyarakat adalah pertarungan gagasan, konsep.

Adapun yang dimaksud dengan konsep yang harus diusung oleh pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) adalah apa yang akan dilakukan secara konkrit untuk mengangkat permasalahan ekonomi nasional.

Kita sudah kenyang dengan isu-isu diluar substansi, isu bahaya trans idiologi yang nyata-nyata dipaksakan. Padahal, jika kita mengacu kepada beberapa hasil survei yang dipublis, riil yang dibutuhkan masyarakat adalah bagaimana nantinya pasangan presiden dan wakilnya mampu membawa kejayan ekonomi bagi bangsa yang katanya kaya ini.

Mengutip Release IDM (Indonesia Development Monitoring) yang nelakujan survei terkait dua paslon Jokowi- Maaruf dan Prabowo- Sandiaga yang dilakukan pada tanggal 8 – 21 Oktober 2018, dengan responden sebanyak 2.178 yang tersebar di 33 propinsi dengan Margin of Error sebesar -+ 2,1% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Diketahui bahwa hampir 70% pemilih Jokowi pada Pilpres 2014 lalu dikarenakan adanya keinginan kehidupan ekonomi responden lebih baik (meningkat) dibandingkan pada masa sebelumnya tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Hal tersebut dapat dinilai sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional selama 4 tahun pemerintahan Jokowi yang banya berkisar antara 4,8% – 5% saja.

Disebutkan juga oleh IDM bahwa 38.9% responden mengatakan kondisi ekonomi saat ini mengalami penurunan. Dan hanya 12.7% saja responden yang mengatakan mengalami peningkatan ekonomi. Sedangkan sisanya sebesar 48,4% mengatakan kondisi ekonomi mereka sama saja (stagnan). Nawacita dinilai gagal, program swasembada pangan yang dikamyekan pada 2014 lalu tidak mampu diwujudkan malah import komoditi pangan makin menjadi. Beberapa hal tersebutlah yang menurut hasil survei menggerus elektabilitas Jokowi, sekalipun berpasangan dengan figur Maaruf Amin hingga menyentuh 35,58 %.

Berdasarkan hasil survei pasangan Prabowo -Sandiaga justru mengalami kenaikan signifikan dia angka 56,39 % hal ini dikarenakan figur Sandiaga Uno yang memiliki daya tarik terhadap pemilih milineal dan dianggap lebih mengakomodir berbagai berbagai golongan, baik suku maupun agama. Selain itu
responden yang percaya bahwa Sandiaga Uno sebagai seorang pengusaha muda yang berhasil akan mampu memberikan perbaikan di sektor bisnis dan UKM.

Harapan responden tentunya jika Prabowo-Sandi terpilih akan memberikan dampak peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, sehingga kehidupan ekonomi mereka membaik dibandingkan keadaan saat ini.

Tentunya dengan peningkatan hasil suervei yang signifikan tersebut pasangan Prabowo – Sandiaga uno haru mampu mewarnai kampanyenya dengan gagasan yang menyentuh ke akar permasalahan, jangan larut dengan gendang lawan yang sedaang ditabuh kencang, karena yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah figur pemimpin yang mampu menjaga stabilitas politik, menyiapkan lapangan kerja dan menjamin rakyat dapat tidur dengan perut kenyang. Kalimat terakhir saya tulis sambil mengenang zaman pak Harto, betul ?

Okky Ardiansyah Analis di AnNas Consultan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *