H. Anhar Nasution : Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Keprihatinan Nasional

Oleh: H. Anhar Nasution
Ketua Umum Satgas Anti Narkoba

Berulang kali perayaan Hari Anti Narkoba Internasional diperingati setiap tahun di bulan juni yang jatuh pada setiap tanggal 26. Kali ini, kabarnya BNN dengan pimpinan barunya, Komjen pol Heru Winarko memilih untuk dipusatkan di Panti Rehabilitasi BNN Lido Sukabumi.

Menurut hemat kami keputusan untuk memusatkan perayaan tersebut di tempat dimana banyak anak-anak bangsa direhab dan dibina mental dan fisik nya untuk bisa pulih dari ketergantungan terhadap Narkoba, barang laknat tersebut, sangat tepat.

Kami mengira langkah yang diambil kepala BNN ini agar masyarakat tahu persis bahwa ada begitu banyak anak manusia dari berbagai latar belakang penyebab ketergantungan, menjadi korban Narkoba. Agar bangsa ini melek dan sadar bahwa begitu banyak generasi anak bangsa yang menjadi korban Narkoba, bahkan tidak sedikit diantara mereka tidak dapat direhabilitasi dan akhirnya mati sia-sia oleh sebab barang haram tersebut.

Lebih jauh kami pikir, kepala BNN ingin mengajak para pejabat Negara dan pejabat pemerintah sebagai pemangku kekuasaan saat ini, khusus nya presiden Joko Widodo agar tahu persis bahwa generasi Bangsa ini banyak yg sedang sakit bahkan mungkin ada yang sekarat dan mati di lembaga rehabilitasi BNN Lido.

Harapannya adalah agar presiden tidak hanya melontarkan kalimat kalimat “Indonesia Darurat Narkoba” semata, atau tidak hanya cukup dengan mengucapkan “prihatin”, namun lebih dari pada itu.
Kami berharap, ada langkah Konkrit dan tindakan nyata untuk menyelamatkan anak Bangsa dari bahaya Narkoba, dengan segera menerbitkan PERPU untuk lebih memaksimalkan Lembaga BNN dalam hal status kelembagaannya, juga melibatkan angota TNI untuk ikut serta dalam Kelembagaan BNN tersebut, tidak hanya sekedar tugas tugas seremonial atau diperbantukan, melainkan ikut dalam struktur yang sekaligus dimasukkan dalam politik anggaran, agar peran TNI bisa lebih fokus sebagai lembaga pertahanan yang ikut serta mempertahankan kewibawaan dan marwah Bangsa ini yang sudah nyata terancam hancur oleh para bandar dan mafia Narkoba.

TNI merupakan lembaga pertahanan dan sekaligus pengamanan perbatasan Negara, akan sangat berarti jika dilibatkan secara langsung dalam Strutur lembaga BNN, bukan hanya sekedar membantu semata, tetapi lebih jauh dengan ditingkatkan nya status kelembagaan BNN tersebut, maka peran serta masyarakat juga harus lebih optimal lagi, tidak sekedar kata ”dapat” namun “diwajibkan” terlibat dan melibatkan diri dalam P4GN (Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Melalui peringatan Hari Anti Narkoba Internasional kali ini sudah semestinya pemerintah harus lebih aktif lagi mengajak dan melibatkan masyarakat serta semua komponen anak bangsa untuk mengawasi jalannya proses penegakan hukum terhadap pengguna, sebagai korban Narkoba. Lebih lagi kepada pengedar sebagai target yang akan dijatuhi hukuman berat.

Masyarakat harus ikut serta mengawal dan mengawasi jalan nya proses hukum yang sering kali kita dapati tidak diperlakukan adil kepada mereka-mereka yang terjerat hukum, jika perlu kita harus lebih memberikan sangsi berat kepada aparat penegak hukum yang mempermainkan proses hukum tersebut untuk mendapatkan imbalan dari perbuatan nya itu. Kepada oknum seperti itu, wajib diberikan sangsi hukuman lebih berat.

Kami berharap kepada orang tua marilah kita bentengi keluarga kita dari ancaman bahaya Narkoba dengan lebih memperhatikan dan mencurahkan kasih sayang pada anak-anak kita. Ciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah yang mampu menjadi benteng yang kokoh dari ancaman bahaya Narkoba.

lintassumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *