Jokowi Punya Ubi , Prabowo Punya Sandi

Oleh : Okky Ardiansyah

Analis Annas Digital

“Mending Ubi hari ini daripada Roti yang hanya janji.”

Secara sederhana begitu saya menggambarkan situasi yang perlu kita waspadai. Karena, politik uang itu nyata. Dan, urusan bagaimana cara melakukan-nya, macam-macam. Anggaran mereka pegang kok. Tinggal atur-atur program saja.

Misalnya, Dana Bansos yang jelang Pemilu ini mendadak anggarannya naik. Patut kita duga ada kaitan dengan Pilpres, dan anggapan demikian itu sah saja. Dan, sah juga pemerintah untuk cuek. Yang tidak boleh cuek, rakyat. Harus kritis.

Patahana memiliki semua potensi untuk meraih hati rakyat : uang , jaringan. Bahkan, potensi terbesar untuk membuat Hoax justru dimiliki pemerintah (baca patahana), kata Rocky Gerung.

Tapi, bagaimana patahana mengelola negara selama 5 tahun itu lebih penting lagi. Contohnya : SBY, priode ke 2 tidak perlu banyak kampanye umbar janji, menang telak. 60 persen rakyat puas di priode awal kepemimpinannya.

Lalu, yang dimiliki penantang seperti Prabowo-Sandi apa, janji ? Secara umum tentunya iya, janji . Tapi kalau cuma punya janji, ya lebih baik Ubi. Logikanya begitu.

Bagaimana lagi, rakyat Indonesia dari dulu ya begitu, suka Ubi duluan. Kalau setidaknya mau bertahan sebentar saja untuk menolak Ubi, Indonesia sudah jadi negara hebat. Pasti kita punya Industri mobil sendiri. Astra sudah 65 tahun berdiri kekar. Berakar tunjang dan serabut. Sampai sekarang hanya Asambling, Astra suka Ubi, cepet puas.

Kalah sama KIA yang baru belajar 25 tahun saja di Jepang, sudah bisa ekspansi pasar ke mana-mana. Mobil saya KIA : Irit, murah dan enak dipakai. Sudah 4 tahun saya pakai dan tidak berniat menggantinya. Kecuali, sudah ada mobil ESEMKA, saya pertimbangkan.

Politisi kita juga begitu, suka janji-janji tapi jarang yang terbukti. Contohnya, pak Jokowi. Karena Pemilu itu lima tahun sekali, dan modalnya-nya besar sekali, belum tentu balik modalnya, ujungnya untuk melanggengkan kekuasaan ke periode berikutnya, ya dengan bagi-bagi Ubi lagi. Lalu, kapan negara kita menjadi seperti Korea ? Asal mobil KIA.

Tapi kali ini penantang punya potensi lain selain janji. Prabowo punya Sandi, Sandi pengusaha tajir. Karyawan perusahannya ribuan. Pernah sukses bertahan di badai krisis. Dan, kata Dahlan Iskan, bos Jawa Pos dan mantan Mentri BUMN itu, Sandi lah Pemuda yang meyelamatkan perusahaannya saat krisis, saat itu Sandi baru berusia 30 tahun.

Tentunya rakyat harus jeli, enak mana memilih Ubi atau janji. Realistis-kah janji yang dikampanyekan penantang ? Jangan hanya terpesona gantengnya Sandi, apalagi emak- emak .Tetapi mari menilai rekam jejak kandidat.

Dalam Pemilu, janji dan Ubi itu sudah pasti, dari dulu. Tapi kali ini agaknya Ubi sudah tidak laku lagi. Jokowi bagi-bagi sertipikat gratis saja dicuekin, sepi.

Rakyat kecewa 61 janji heboh Jokowi yang tak terbukti. Dan, sebaiknya penantang tidak perlu banyak ber-janji yang baru-baru lagi. Tunjuk-kan saja bahwa mampu memberi solisi, paparkan saja bagaimana cara mereka untuk meralisasikan janji Jokowi yang tidak ter-realisasi itu, saran.

 

Okky Ardiansyah

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: