Kapolda Sebut Jangan Kaitkan Ponpes Dengan Paham Radikal

BANDARLAMPUNG, LINTASSUMSEL.COM , Kapolda Lampung, Irjen Pol. Suntana katakan jangan kaitkan Pondok Pesantren (Pompes) dengan paham radikal, pada Selasa (22/5) siang.

Menurutnya, pondok pesantren merupakan pusat kegiatan belajar mengajar agar anak tumbuh menjadi baik. “Ponpes seperti sekolah biasa lainnya, sebagai sarana kegiatan belajar mengajar dan tujuannya membuat anak didik menjadi baik,” kata Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda menegaskan, oleh sebab itu jangan ada presepsi yang salah, dan mengait-ngaitkan dengan paham yang dianut oleh sekelompok orang. “Saya tegaskan, Ponpes tidak identik dengan paham radikal,” ujarnya.

Mengenai informasi terkait dengan indikasi jaringan atau kelompok orang yang menganut paham radikal, Kapolda menerangkan, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pihak (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai pihak yang berkompeten dalam melakukan pendataan dan survey terkait dengan hal tersebut.

“Selain itu, pihaknya bersama instansi terkait, tokoh agama, tokoh adat, tokoh maungkapnya dan seluruh elemen masyarakat, terus melakukan update dan mapping sebagai upaya mencegah tumbuhnya atau berkembangnya paham radikal,” terangnya.
Di Provinsi Lampung, tambah Kapolda, semua daerah bisa berpotensi rawan tumbuh dan berkembangnya paham radikal.

“Sebab itu, Polda Lampung dan Polres/Polresta Jajaran akan terus memperketat penjagaan dan pemantauan terhadap daerah-daerah yang dianggap rawan,” ungkapnya.

 

 

BandarLampung (Pena)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *