Memilih Pemimpin

Oleh : Hutomo Mandala Putra

“Perang sebenarnya bukanlah melawan kemiskinan, melainkan melawan kebodohan”

HM . Soeharto

Tidak dapat kita pungkiri bahwa kemiskinan adalah sebab dari berbagai kelemahan bangsa Indonesia. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir angka resmi menunjukkan tren yang menurun sedikit demi sedikit, namun, penurunan kemiskinan tersebut masih jauh dari apa yang kita harapkan bersama.

Lazimnya, kemiskinan dapat diklasifikasikan dalam dua hal, yakni : kemiskinan perkotaan dan pedesan, dan Indonesia yang merupakan negara dengan wilayah kepulauan yang luas, sehingga karakteristik dan implikasi kemiskinan yang terjadi sangat bervariasi dari pulau ke pulau dan budaya ke budaya.

Misalnya, Papua, memiliki masalah kemiskinan yang serius tersendiri karena isolasi ekonomi, budaya, bahasa, yang membedakannya dari wilayah lain di Indonesia, dan tentunya dengan kondisi demikian maka berbeda pula panangannya dengan daerah lainnya. Namun, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, kemiskinan yang terjadi bukan tidak mungkin dapat diatasi.

Salah satu kunci mengatasi kemiskinan adalah bagaimana Bangsa Indonesia dapat mengusahakan pertumbuhan produksi nasional agar tercapai pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi, dan hal tersebut harus selalu dibarengi dengan distribusi pendapatan yang merata, sehingga, dengan demikian terjadi
peningkatan daya beli rakyat, yang pada akhirnya, rakyat sendiri semakin mampu mengatasi berbagai kebutuhan hidup yang makin meningkat, baik dalam jumlah dan mutu, sehingga ketimpangan ekonomi dari masing-masing wilayah di Indonesia dapat diatasi

faktor penentu berikutnya dalam upaya pengentasan kemiskinan untuk dapat mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia adalah bagaimana pemerintah mampu memberikan dukungan pendidikan yang bermutu, pendidikan yang meliputi pendidikan dalam keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan dalam masyarakat.

Dengan penerapan kualitas pendidikan yang baik, maka akan terbentuk individu dan masyarakat Indonesia yang bermutu tinggi, baik itu moral, mental, spiritual, serta intelektual, dan kesemuannya itu merupakan sebuah rangkaian yang tidak dapat dipisahkan, yang akan bermuara pada terlepasnya masyarakat Indonesia dari belenggu kemiskinan.

Keseluruhan dari apa yang sedikit saya uraikan di atas, tentunya akan dapat terwujud jika rakyat Indonesia yang hidup di alam demokrasi ini mampu menentukan nasibnya sendiri untuk memilih pemimpinan yang bermutu yang mampu melahirkan berbagai langkah kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan senantiasa sadar akan aspek KeTuhanan Yang Maha Esa, baik itu kepemimpinan pada tingkat nasional maupun daerah, dan pemimpin di setiap aspek kehidupan berbangsa.

                    HUTOMO MANDALA PUTRA

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: