Menyudahi Jokowi, Mengakhiri Masalah Bangsa

 

Oleh : Anoman Obong

LINTASSUMSEL.COM,- Tidak terasa waktu berlalu dan sekarang memasuki tahun terakhir dan bulan bulan terakhir kepresidenan Jokowi. Tersisa 9 bulan lagi, Jokowi akan mengakhiri periodenya berkuasa di Negara yang kita cintai ini, namun entahlah Jokowi cinta atau tidak pada negara ini. Menurut saya, Jokowi tak cinta negara ini, tapi hanya cinta kepada kekuasaan dan jabatan yang digenggamnya.

4 tahun lebih Jokowi sudah memerintah, namun Jokowi tak kunjung mampu menjadi pemimpin dari semua lapisan dan semua kelompok anak bangsa ini. Jokowi hanya jadi pemimpin bagi kelompoknya dan bagi relawannya* meski secara hukum Jokowi adalah Presiden bagi seluruh warga negara. *Presiden belum tentu menjadi pemimpin, dan itu terjadi di masa Jokowi, Dia hanya menjadi presiden tapi tidak menjadi pemimpin.

Riuh hiruk pikuk bangsa ini dengan segala macam kegaduhan terus berlanjut. Mulai dari riuh gaduh internal kabinet karena Jokowi gagal memimpin kabinetnya, kemudian riuh gaduh diluar kabinet ditengah rakyat terus terjadi tanpa henti. Parahnya, Jokowi tak kunjung mampu memberikan kedamaian dan tak kunjung mampu merangkul seluruh anak bangsa untuk berada satu barisan sebagai bangsa Indonesia.

Perbedaan dan pertentangan semakin besar mana kala Jokowi yang merasa dirinya telah membangun bangsa, ternyata membangun dengan cara yang salah dan justru membawa bangsa kepinggir jurang untuk kemudian terjatuh dan terjerumus kejurang utang yang dalam dan membangkrutkan.

Indonesia kini menjadi negara yang tak damai, tidak tenang, terjadi pertentangan dimana-mana, sesama anak bangsa saling membenci, bencana dimana-mana tidak terselesaikan dengan baik, namun Jokowi justru sibuk mencari sudut pandang kamera yang pas disela-sela musibah bencana. Jokowi memang menjadi besar karena pencitraan yang memanipulasi fakta keluguan masyarakat. Seluruh sendi bangsa bermasalah, ekonomi yang merosot, kesehatan rakyat terabaikan karena BPJS banyak diputus rumah sakit, politik yang gaduh, hukum yang tidak adil, lapangan kerja yang sulit, petani yang kesulitan mendapat pupuk, nelayan yang kesulitan melaut, anak muda kaum milenial yang kesulitan untuk berbisnis dan mencari lapangan kerja, dan utang negara yang terus menggunung menjadi ancaman serius keselamatan bangsa. Maka itu memang, Jokowi harus disudahi jabatannya cukup 1 periode. Cukup penderitaan bangsa ini 1 periode, cukup kegaduhan ini 1 periode, cukup semua kesulitan ini 1 periode jangan diteruskan lagi.

Menyudahi Jokowi adalah artinya mengakhiri masalah bangsa. Mengakhiri ekonomi yang terus merosot, mengakhiri kesulitan mencari lapangan kerja, mengakhiri harga kebutuhan pokok yang tidak stabil dan mahal, mengakhiri derita petani yang kesulitan mendapat pupuk, mengakhiri keluh kesah orang tua yang anak-anaknya kesulitan mendapat pekerjaan, mengakhiri keresahan anak muda kaum milenial akan masa depannya, mengakhiri ketakutan para pengusaha akan kebangkrutan, mengakhiri derita rakyat yang susah berobat karena BPJS tak lagi berguna, mengakhiri kegaduhan politik, mengakhiri ketidak adilan penegakan hukum dan mengakhiri utang yang ugal-ugalan demi citra nama Jokowi._

Tidak ada cerita lain, menyudahi Jokowi adalah mengakhiri seluruh masalah bangsa…!!

Solo, 08 Januari 2019

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: