Merobek Silam Yang Kelam

Karya : Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (1987)

Setelah sekian ketika gelap suasana menyelubung diri
tersisih dan terbuang di sudut yang lengang,
tak setitik sinar menerangi,
sedang hati terhimpit duka,
dan derai air mata tak pernah sempurna reda,
serasa dipasung dalam dera,
sementara nyanyian sederas getar derita,
aku menggigil setiap kemarau tiba,
dan mengerang bila hujan datang,
tak satupun mereka menerima kehadiran kami di dunia.

Dalam getar dan tantangan,
akhirnya kutemui titik terang di ujung ruang,
dada ini punya bintik harapan,
karena masih kutemui cinta dan kasih sayang,
lewat tangan-tangan mereka yang berhati mulia,
diterima kami apa adanya,
digandeng kami berkarya,
berbakti kami bersama,
kami juga pembangun bangsa.

Kini manakala keyakinan telah mengakar di hati,
tak hendak langkah disurutkan,
sejauh angin berhembus,
kutemui cinta sepanjang masa,
getarkan dada yang menyimpan kasih,
damaikan hati dalam setiap gelisahku.

Puisi ini dibuat kala mba Tutut mendampingi penderita kusta

 

 

 

Diambil dari : tututsoeharto.id

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *