Muratara Dapat Nilai Terendah UNBK di Sumsel

Kepala SMAN Rupit Kabupaten Muratara, Suprihartini mengakui bahwa nilai hasil Ujian Nasional Basis Komputer (UNBK) wilayah Muratara paling rendah di Sumsel.
“Memang wajar karena anak anak kita baru pertama kali mengikuti UNBK dan mereka juga sudah berusaha semaksimal mungkin,” kata Suprihartini, Kamis (3/5/2018).
Disinggung apakah siswanya kurang belajar sehingga mendapat nilai rendah, dia tidak mengakui dengan alasan banyak siswanya mendapat nilai murni 8 saat ujian sekolah.

Menurutnya, secara kuantitas dibuktikan bahwa ada 28 orang siswa dan siswa dari SMAN Rupit yang diterima di perguruan tinggi melalui jalur SNPTN.
“Nilai terendah itukan untuk wilayah Muratara sehingga tidak mungkin semuanya ada di sekolahah kami karena ada sekolahan lain juga yang kami tidak tahu nilai mereka,” tuturnya.
Walaupun demikian, yang menjadi permasalahannya nilai terendah itu ada di wilayah Kabupaten Muratara meskipun tidak banyak.

Untuk itu, diharapkan kedepan seluruh staff dan dewan guru bisa memberikan bimbingan dan pembinaan lebih kepada siswa supaya tidak mengulangi mendapat nilai rendah untuk diwilayah Sumsel.
“Kita tekankan siswa harus aktif dalam menyerap pelajaran agar nilainya bisa meningkat,” harapnya.
Sementara, Ketua pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Muratara Darmadi mengatakann untuk pengumuman kelulusan kelas XII diseluruh SMA baik negeri maupun swasta yakni pukul 17.00 wib sudah dibagikan kesekolah masing masing.

Adapun SMA-SMA yang melakukan pengumuman yakni sekolah, yakni SMAN Rupit, SMAN Surulangun, SMAN Karang Jaya, SMAN Karang Dapo, SMAN Muara Kulam, SMAN Bingin Teluk, SMAN Nibung, SMA Bina Satria Rupit dan SMA IT Firdaus.
“Untuk pengumuman sudah kami intruksikan keseluruh sekolah yakni jam 5 sore nanti,” kata Darmadi, Kamis (3/5/2018).

Dijelaskannya dalam hal pengumuman diserahkan kepihak sekolah masing-masing, boleh dengan diumumkan di website sekolah, boleh melalui surat dan boleh juga dengan mengundang orang tua atau wali murid siswa.

Lebih lanjut dirinya juga telah mengintruksikan kepada pihak sekolah agar anak-anak didik mereka tidak melakukan coret-menyoret maupun kompoi kejalana yang dapat berakibat mengganggu ketertiban lalu linta bahkan bisa beresiko terjadinya kecelakaaan.

“Dalam hal adanya kebiasaan coret-coretan maupun aksi kompoi kejalan yang disertain minum-minuman air alkohol, kita pada rapat dengan Kepsek, kita sudah mengintruksikan dan meminta agar kepsek melarang anak didik mereka apabila ingin melakukan hal tersebut,” beber dia.

Mengenai adanya informasi nilai Ujian Nasional (UN) Kabupaten Muratara mendapatkan nilai UN terendah dari Kota/ Kabupaten lain Darmadi mengatakan mungkin informasi tersebut benar tapi untuk yang tidak lulus tidak ada, kecuali memang tidak mengikuti UN.

“Untuk nilai UN Kabupaten Muratara terendah mungkin itu benar, tapi kalau tidak lulus dak kate, mungkin ado tapi memang dak ikut UN,” terangnya.

Menurutnya, kendati mendapatkan nilai UN terendah, tapi ada juga bangganya, karena nilai yang diperoleh tersebut murni dari kemampuan siswa tidak ada dibantu-bantu atau jujur diisi oleh siswa sendiri.

“Walaupun nilai rendah tapi itu nilai murni anak-anak kita,”

Sumber : http://sumsel.tribunnews.com/2018/05/04/muratara-dapat-nilai-terendah-unbk-di-sumsel?page=2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *