Partai Berkarya, Kejayaan Masa Lalu dan Tantangan Dunia yang Semakin Digital

Jakarta, LintasSumsel.com, –Lahirnya partai Berkarya yang di gawangi Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto, memang menjadi daya tarik bagi masyarakat yang merindukan akan kenangan era kepemimpinan Soeharto.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa Partai ini seperti memberi angin segar bagi masyarakat yang pernah merasakan suasana pada zaman pemerintahan pak Harto,” Ujar Chouril Anwar, penggiat di AnNas Digital Campaign Konsultan.

Namun di sisi lain , “Generasi muda yang lahir setelah reformasi memang tidak bisa merasakan suasana kehidupan pada masa itu, dan hal ini tentunya merupakan tantangan besar bagi Partai Berkarya untuk mampu mensosialisasikan diri agar dapat meraup suara generasi milenial.”

“Pemilih muda Indonesia adalah golongan yang memiliki singgungan dengan politik lewat cara yang agak berbeda dibandingkan pemimpin generasi sebelumnya.”

“Generasi baru ini memiliki sedikit memori kolektif tentang Orde Baru, sehingga mereka biasa mengakses internet untuk mencari informasi terkait Soeharto dan Orde barunya dan hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap cara pandang pemilih muda terhadap Partai Berkarya.”

Tentunya hal ini harus ditangkap dengan cermat oleh Partai Berkarya, “mereka (Partai Berkarya) harus serius menggarap sektor internet. Segala Informasi terkait keberhasilan pembangunan era Soeharto harus lebih masif disebarkan di Internet melalui layanan-layanan sosial media, untuk mengeliminir informasi negatif terkait pemerintahan era orde baru.” ujar Choiril.

Merujuk analisa “Evello Big Data” menyebutkan : untuk video terkait Soeharto dan Orde Baru masih sangat sedikit bisa di jumpai di Internet. Peringkat pertama diduduki video Jokowi, Kedua SBY.

“Mungkin kita bisa saja mewajarkan mengenai kedua hal tersebut, karena kedua presiden tersebut memang memimpin di era digital yang berkembangnya cepat.”

“Namun yang menjadi titik tolak penilaian adalah posisi ke 3, video terbanyak justru di duduki oleh video mantan presiden Soekarno, yang dalam hal ini lebih dahulu memimpin dibanding Soeharto”

Sehingga dapat diambil kesimpulan jumlah data mengenai video terkait zaman itu seharusnya sangat minim dibanding era Soeharto, namun faktanya justru menduduki peringkat ke 3 video terbanyak,” tambahnya.

“Partai Besutan Tommy ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan kenangan kejayaan masa Orde baru tanpa memperhatikan selera politik anak muda Indonesia yang lebih akrab dan meyakini informasi yang didapatkanya dengan berselancar di dunia maya.

Sehingga mutlak, bangkitnya keluarga Cendana
Dalam perpolitikan di Tanah Air melalui wadah partai Berkarya harus didukung dengan juga kampanye digital yang masif untuk menggeser paradigma negatif yang pernah ada di pikiran masyarakat tentang sosok Soerhato sebagai Presiden ke dua.

Bukankah dikatakan dengan tegas oleh Sekjen Partai Berkarya, Prio Budi Santoso bahwa “Partainya identik dengan Soeharto, seperti PDIP identik dengan Soekarno. Kekuatan partai ini masih ditopang oleh pengikut setia Soeharto, yang melihat kondisi bangsa ini semakin tidak jelas arah pembangunannya.”

Pertanyaannya, sudah sipkah Partai Berkarya untuk All Out memenangkan Pileg dengan mengusung tema besar yaitu untuk “mengembalikan kejayaan era Soeharto,” di zaman dunia yang semakin digital ini.

(Ardi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: