Pasar Baba Boen Tjit Wisata di Tepi Sungai Musi

Palembang, LintasSumsel.com Sektor pariwisata cukup menggiurkan untuk menambah pendapatan daerah. Tak heran jika sejumlah Dinas Pariwisata lokal bergerak aktif memoles daerahnya agar kelihatan kian seksi di mata wisatawan. Palembang termasuk salah satu yang getol berbenah, belum lama ini mereka punya destinasi baru bernama Pasar Baba Boen Tjit.

Baba Boen Tjit merupakan salah satu sosok keturunan Tionghoa yang sempat meramaikan sejarah Palembang. Rumah peninggalannya hingga kini masih kokoh berdiri dan sering dikunjungi wisatawan. Dari kepopuleran Rumah Ong Boen Tjit inilah, muncul ide untuk membangun tujuan wisata anyar.

Altar Rumah Ong Boen Tjit via Instagram palembangkulukilir

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, Ong Boen Tjit adalah salah seorang saudagar kaya Palembang tempo doloe. Sama seperti pedagang besar lain di eranya, pria keturunan Tionghoa itu membangun rumah berukuran besar di tepian Sungai Musi. Tujuannya jelas, agar kapal-kapal dari luar negeri bisa bersandar dan memindahkan barang dengan mudah ke gudang rumahnya.

Rumah Ong Boen Tjit terdiri dari tiga ruangan berbeda, seperti rumah limas khas Palembang. Bagian depan digunakan untuk menerima tamu. Suasana tradisional sangat terasa karena furnitur di sini terbuat dari kayu. Dalam ruangan bernuansa merah-hitam terdapat banyak gambar-gambar lawas Baba Boen Tjit.

Pernah menjadi tempat tinggal saudagar Tiongkok, suasana oriental di Rumah Ong Boen Tjit terasa amat kental. Di ruangan tengah ada empat kamar tidur dan juga altar untuk sembahyang. Di sini pengunjung bisa melihat sejumlah patung dewa dan guci-guci lawas.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Ong Boen Tjit adalah penganut kepercayaan Kong Hu Cu. Namun beberapa keturunannya masih hidup sampai kini dan menjadi mualaf alias pemeluk agama Islam.

Sejak November 2017, kawasan Rumah Ong Boen Tjit dikembangkan menjadi tempat wisata bernama Pasar Baba Boen Tjit. Dibuka tiap akhir pekan, pasar ini menawarkan sejumlah kuliner khas Palembang seperti pempek, pindang daging, dan es kacang merah. Para pengunjung juga bisa membawa kamera sembari hunting foto-foto apik di sini.

Rumah Ong Boen Tjit terletak di Lorong Saudagar Yucing no 55, Keluarahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu. Untuk menuju lokasi ini bisa melalui jalur darat atau sungai. Namun jalur darat konon lebih sulit jika menggunakan mobil.

Ketek menuju Pasar Baba Boen Tjit .

Sementara jika melewati sungai, pengunjung bisa menumpang perahu ketek alias perahu kecil sembari mengarungi Sungai Musi. Sensasinya tentu bakal sangat berbeda dan sulit didapatkan di tempat lain.

Kemunculan Pasar Baba Boen Tjit di Palembang sempat mendapat apresiasi dari Mentri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya Indonesia harus menggalakkan apa yang ia sebut sebagai destinasi digital, lokasi pariwisata Instagramable yang disukai kaum milenial.

Selain Pasar Baba Boen Tjit, di Indonesia sudah ada beberapa destinasi digital yang dipantau Kementrian. Ada Pasar Tahura (Lampung), Pasar Kakilangit (Yogyakarta), Pasar Siti Nurbaya (Padang), Pasar Karetan (Semarang), Pasar Mangrove (Batam), dan Pasar Pancingan (Lombok).

Itulah tadi sekilas sejarah dan keiistimewaan Pasar Baba Boen Tjit di Palembang. Selain sarat akan sejarah, lokasi ini belakangan juga menjadi pusat kuliner dan juga kebudayaan menarik. Jika lain kali berkunjung ke kota Pempek, tak ada salahnya datang .

 

 

Travelingyuk.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *