Pemkab Lahat Melaksanakan Upacara Harkitnas ke – 110

lintassumsel.com, Lahat, – Pemerintah Kabupaten Lahat melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110, Senin (21/5/2018), di halaman parkir Pemkab Lahat.

Bertindak selaku pembina upacara Plt Bupati Lahat, Marwan Mansyur, SH MM.

Dalam sambutannya, selain membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, Marwan menyampaikan kepada peserta upacara agar momen kebangkitan nasional menjadi momen yang tepat untuk introspeksi dan koreksi diri terhadap apa yang telah dilakukan untuk bangsa ini. Apa yang belun dilakukan dan apa yang akan dilakukan ke depanya.

“Jangan ditanya apa yang bangsa Indonesia berikan kepada kita tapi tanya apa yang telah kita berikan bagi bangsa ini,” tegas Marwan di hadapan peserta upacara yakni ratusan ASN Pemkab Lahat, TNI-Polri, Ormas dan siswa.

Marwan menuturkan Harkitnas yang sejalan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Lahat ke-149 mengajak agar semua elemen bersatu padu, bahu membahu memberikan kontribusi positif di bidang masing-masing untuk Kabupaten Lahat.

Mari tekadkan perjuangan dan pengorbanan yang diberikan demi Lahat lebih baik dan maju.

Pada kesempatan tersebut, Marwan juga mengajak agar semua elemen bisa menyukseskan Pilkada Lahat, Juni 2018 mendatang.

Sementara untuk ASN, TNI dan Polri dapat menjaga netralitas.

Sementara, saat membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, di antaranya Marwan menyampaikan generasi bonus demografi yang kebetulan juga beririsan dengan “generasi millenial” kita tersebut.Pada saat yang sama, juga terpapar oleh masifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital.

Digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama.

Ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan landskap ekonomi berbasis digital dunia.

“Alhamdulillah, kita mencatat bahwa tak sedikit anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah di dalamnya. “Internet, media sosial, situs web, layanan multimedia aplikasi ponsel, mereka jadikan ladang baru buat berkarya, dan pasar yang menjanjikan bagi kreativitas.”

“Banyak kreator konten dan pengembang aplikasi Indonesia yang mendunia, mendapatkan apresiasi baik material maupun non-material,” ujarnya.

Oleh sebab itu, mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya.

Tidak ada satu pihak yang tanggung jawabnya lebih besar daripada yang lain untuk hal ini.

“Pepatah Aceh mengatakan pikulan satu dipikul berdua, rapat-rapat seperti biji timun suri.”

“Artinya kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpecah-belah.”

“Demikian juga, dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah,” tutupnya.

Sripoku.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: