Perisai Berkarya Desak Pengurus Partai Berkarya DPW DIY Pecat Kadernya

 

LINTASSUMSEL.COM,-Ketua Umum Perisai Berkarya, Tri Joko Susilo, SH mendesak pengurus DPW Partai Berkarya DIY memecat oknum yang menciderai institusi Partai Berkarya dimana telah melakukan berbuat asusila yg diberitakan banyak media sebagai keanggotaan Partai Berkarya.

Kami Perisai Berkarya sebagai Ormas yang sedari awal mengawal verifikasi faktual utk lolos menjadi peserta pemilu dan selalu mengawal membentengi Marwah Partai Berkarya sangat kuatirkan “Jika tidak dipecat dan pembiaran, khawatir ada kader Partai Berkarya yang berulah seperti itu lagi. Ini sangat berbahaya,” tegas Tri kepada media, Rabu (12/12/2018).

Tri Joko Susilo.SH yang rencananya juga akan mencalonkan sebagai Bupati Gunung Kidul 2020 ini mengakui, kasus asusila yang menimpa kader Partai Berkarya Romie Hartanto sekaligus caleg Partai Berkarya untuk DPRD Bantul menjadi pukulan partai pimpinan Tommy Soeharto. Kami berharap para pejabat teras struktur kepartaian di Partai Berkarya dalam menyikapi kasus kasus anggotanya yg terlibat asusila,narkoba,korupsi jangan diberi ampun,berikan sangsi tegas .

Apalagi Partai Berkarya baru pertama menjadi peserta pemilu dan sedang berusaha keras merebut simpati rakyat agar lolos ke Senayan.

Hingga saat ini Pimpinan Partai Berkarya DPW dan DPD DIY belum mengambil tindakan tegas dengan alasan masih menunggu proses hukum yang sedang berjalan dan memantau hingga nanti sampai ke persidangan dan vonis hakim.

Seperti diberitakan, Caleg DPRD Bantul bernama Romie Hartanto digerebek oleh polisi saat bermesraan dengan wanita selingkuhannya, Kurnia Dewi Agustin, di rumah kontrakannya di Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Minggu dini hari.

Penggerebekan bermula dari informasi bahwa Romie dan Kurnia pergi bareng pada Sabtu malam, 8 Desember 2018. Sang suami diam-diam mengetahui kabar itu.

Sang suami lantas menguntit mereka, yang intensif berkomunikasi dalam dua bulan terakhir. Sang suami menguntit hingga Sukoharjo, Jawa Tengah, dan kembali lagi ke Yogyakarta menuju sebuah rumah indekos di Desa Condongcatur.

Setiba di rumah indekos yang juga berfungsi gudang obat kecantikan itu, sang suami tak langsung menggerebek istrinya, namun melapor ke Polsek Depok Timur. Lantas mereka bersama ketua RT setempat menggerebek rumah itu.

Tukiman, sang ketua RT, mengaku bahwa saat dia diminta datang, ada dua mobil yang sudah menunggu di depan indekos tempat menginap pasangan itu.

Polisi membenarkan informasi penggerebekan itu dan membenarkan juga nama atau identitas yang digerebek.

“Ini penyidik sedang melakukan penyelidikan. Yang laki-laki R (Romie Hartanto) dan K perempuan (Kurnia Dewi Agustin),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DI Yogyakarta, AKBP Yulianto, Senin (10/12/2018).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: