Pertumbuhan Ekonomi RI di Bawah Filipina dan Vietnam

 

JAKARTA, LINTASSUMSEL.COM,-  Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2017 sebesar 5,19%. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 diterima sebesar 5,07%. Dibandingkan dengan negara-negara di kawasan, keberhasilan Indonesia bisa disebut di tengah-tengah. Di Asia, ada negara yang berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi lebih baik. Filipina adalah negara yang melampaui Indonesia dalam hal pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal IV-2017, negara yang dipimpin Presiden Rodrigo Duterte ini membukukan pertumbuhan ekonomi 6,6% meningkat sepanjang tahun lalu ekonominya tumbuh 6,7%.

Lebih ekonomis dari Filipina menjadi yang tercepat di Asia, hanya kalah dari Vietnam dan Cina.Ekonomi Filipina didukung oleh sektor industri yang mampu tumbuh 7,3%. Sektor ini menyumbang sepertiga dari ekonomi Filipina. Di atas Filipina dan Vietnam. Negara sosialis ini mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi 7,65% pada kuartal IV-2017 sehingga sepanjang 2017 mampu tumbuh 6,81%. Sama halnya dengan Filipina, pertumbuhan ekonomi Vietnam juga didorong oleh sektor industri. Indeks produksi industri Vietnam pada 2017 naik hingga 9,4%. Kenaikan ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar 7,5%.

Cina adalah negara Asia dengan meraih pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia yaitu 6,8% pada kuartal IV-2017, sehingga sepanjang 2017 ekonomi Negeri Tirai Bambu tumbuh 6,9%.Pencapaian ini melampaui target pemerintah yang sebesar 6,5%. Menghasilkan ekonomi China ditopang oleh sektor jasa yang tumbuh 8,3%. Sektor ini menyumbang hampir separuh ekonomi Cina. Sementara negara yang prestasinya masih di bawah Indonesia adalah Singapura. Pada triwulan IV-2017, ekonomi Negeri Singa tumbuh 3,1% terus sepanjang tahun lalu mengembalikan pertumbuhan ekonomi 3,5%. Sektor manufaktur yang tumbuh 10,5% menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi ekonomi. Disusul oleh sektor jasa yang tumbuh 2,5%. Sementara sektor konstruksi Sebaliknya diriliskan kontraksi -8,1%.

 

CNBC Indonesia,Hidayat Setiadji

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: