Pilgub Serentak, Seberapa Realistis Program Kerja Kandidat Pilihan Anda ?

 

Palembang, LintasSumsel.com,–Tidak sampai dua bulan lagi masyarakat Sumatera selatan akan memilih Gubernur baru. Ada empat kandidat yang ditetapkan KPU sebagai calon Gubernur Sumsel

Masyarakat Sumatera Selatan bebas memilih calon yang didukungnya. Secara Undang-Undang, masyarakat diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya. Tidak ada paksaan untuk memilih calon tertentu.

Namun yang harus diperhatikan ialah jangan sampai salah pilih, jika itu terjadi maka sumsel semakin tidak memiliki daya saing terhadap provinsi lainnya.

Beragam persoalan di Sumsel tidak akan ada solusinya. Untuk menetapkan pilihan, masyarakat sebaiknya menganalisis semua bentuk permasalahan yang ada di Sumsel

Jika kita telusuri lebih jauh, permasalahan di Sumsel saat ini tidak terlepas dari persoalan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Itulah tiga poin penting yang harus menjadi prioritas untuk diatasi.

Sejauh ini, apakah ada kandidat yang sudah menawarkan solusi untuk masalah tersebut?

Sebaiknya masyarakat mempelajari program setiap kandidat. Apakah ada dari ke empat kandidat yang menawarkan solusi masuk akal untuk mengatasi persoalan ?

Jika kita amati secara seksama, dari keempat kandidat yang berlaga, dan pada beberapa waktu lalu sempat menyimak debat terbuka yang di siarkan langsung oleh TVRI, program yang ditawarkan Pasangan Dodi Reza Alex Noerdin – Giri Ramanda dapat dinilai memenuhi kriteria untuk dapat menyelesaikan tiga persoalan penting tersebut, masuk akal dan segera bisa dilaksanakan.

Seperti program lanjutan pemberian seragam dan alat tulis serta sekolah gratis, juga pengobatan gratis dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang dipaparkan dengan lugas, jernih, dan tanpa keraguan.

Pasangan Dodi – Giri juga menitik beratkan program pembangunan dan pembenahan infra struktur yang dipadukan dengan teknologi, seperti, penggunaan aspal karet. Dengan mengunakan teknologi tersebut tentunya secara langsung dapat berdampak pada peningkatkan harga jual karet petani.

Jika kita menilai rekam jejak succses story Dodi Reza Alex Noerdin selama menjabat bupati Musi Banyuasin, maka akan tergambar begitu jelas bahwa keberhasilan yang dicapai dikarenakan penguasaan, pemahaman, potensi yang ada di kabupaten Musi Banyuasin.

Permasalahan birokrasi diatasi dengan mereformasi sistem birokrasi hingga Musi Banyuasin memperoleh penghargaan sebagai kabupaten tercepat se Indonesia dalam pengesahan APBD 2018.

Pada sektor pengembangan ekonomi, Musi Banyuasin berhasil melakukan peremajaan kebun karet dan sawit pertama di Indonesia seluas 8277 hektar. Pembangunan PLTMG terapung dan juga pembentukan dana abadi dalam rangka persiapan untuk keberlangsungan pembangunan dan persiapan generasi yang akan datang.

Musi banyuasin juga memperoleh predikat menuju kabupaten layak anak dan masih banyak lagi keberhasilan yang diraih.

Dodi Reza Alex Noerdin juga melakukan trobosan dalam hal pembiayaan infrastruktur. Untuk pengembangan dan pembangunan infrastruktur, pemerintah Musi Banyuasin di bawah komando Dodi dapat menggandeng PT. SMI untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan senilai 450 milyar, inovasi dalam skema pembanguan di daerah.

Berbagai prestasi yang telah ditunjukkan tentunya dapat menjawab semua pertanyaan mengenai ; benarkah program kerja yang ditawarkan pasangan calon yang berlaga pada pilgub Sumsel sudah tepat dan bisa dilaksanakan?

Sebab itu penting kiranya bagi masyarakat Sumatera selatan untuk tidak hanya menilai dari program yang ditawarkan kandidat, tetapi lebih detail lagi untuk menilai prestasi berdasarkan rekam jejak calon Gubernur yang akan memimpin Sumatera selatan. Gunakan Logika yang tepat juga sertakan hati dan nurani yang jernih untuk memilih. (A/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *