Soeharto, Dari Negara Importir Terbesar Hingga Swasembada Beras.

Lintas Sumsel – Pada 14 November 1985 menjadi momen penting dalam perjalanan karier Soeharto selama menjadi Presiden. Waktu itu ia menyampaikan pidato di depan Konferensi ke-23 badan pangan dunia, FAO, di Roma, Italia.

Hal itu tak lepas dari cerita sukses Indonesia sebagai negara yang memenuhi sendiri kebutuhan berasnya. Padahal sebelumnya, Indonesia dikenal sebagai pengimpor beras terbesar di dunia. Atas prestasinya itu Dirjen FAO Edouard Saouma memberikan medali khususu untuk Soeharto.

“Medali itu bergambar Pak Harto di satu sisi, ada petani tengah menanam padi di sisi lain dengan tulisan From Rice Importer to Self Sufficiency,” kata Probosutedjo dalam buku Dari Pak Harto Untuk Indonesia.

Tentang perhatian Soeharto terhadap dunia pertanian tak diragukan lagi, pak Harto dikenal sangat detail jika menyangkut tekhnis penanaman, pemeliharaan panen padi. Tak jarang dikisahkan mengenai pengetahuan pak Harto yang melebihi penyuluh pertanian.

Selain soal swasembada beras, Soeharto juga tergolong sukses menerapkan program Keluarga Berencana guna mengendalikan pertumbuhan penduduk. Meski sempat mendapatkan tentangan dari kalangan agama, tapi hal itu tak sampai menjadi chaos seperti terjadi di sejumlah negara. Hal ini antara lain berkat pendekatan terhadap dua ormas Islam terbesar, yakni Nadlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Padahal, negara Belanda disaat yang bersamaan justru kesulitan untuk menerapkan program sejenis progra KB, hingga untuk bisa menerapkan, diperlukan cara paksaan antara lain lewat pajak. Jadi, keluarga yang punya banyak anak akan dikenakan pajak lebih tinggi. (a/a)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *