Soesilo Toer, Doktor yang Kini Memulung Sampah di Blora

Blora, lintassumsel.com – Sosok Pramoedya Ananta Toer tentunya tak asing lagi bagi telinga kita. Ia lahir di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ia juga memiliki seorang adik yang tak kalah eksisnya di dunia tulis-menulis, yakni Soesilo Toer.

Soesilo Toer mempunyai gelar master dan doktor ekonomi politik. Ia lulusan perguruan tinggi di Moskow, Uni Soviet. Namun gelar tersebut kontras dengan kehidupannya saat ini.

Setiap malam tiba, ia berkeliling wilayah Kota Blora untuk memulung sampah, seperti sampah botol, kardus, koran, dan sampah lainnya. Menaiki motor bebek pemberian keponakannya, ia mengakui, aktivitas itu dilakukannya untuk menyambung hidup.

“Buat apa malu, yang terpenting adalah bagaimana pekerjaan seseorang itu punya nilai lebih. Saya sudah banyak diejek orang, tapi seolah itu sudah tawar bagi saya. Setinggi apa pun pangkat Anda, jika tak punya nilai lebih, ya percuma,” tutur Soesilo saat dikunjungi di rumahnya, Jalan Sumbawa, Jetis, Blora.

Soesilo Toer juga telah menerbitkan sedikitnya 20 buku, salah satu karyanya yang fenomenal berjudul ‘Bersama Mas Pram: Memoar Dua Adik Pramoedya Ananta Toer’. Ia pun mengaku saat ini masih banyak buku yang belum dirilis.

“Kalau malam saya operasi (memulung) buat biaya sehari-hari, kalau siang sambil tiduran saya ya nulis. Dulu ada mesin ketik, tapi capek nulis sambil duduk kalau lama, sekarang sambil tiduran tulisan tangan, nanti yang translate jadi ketikan anak saya. Ada 30-an yang belum terbit, ditunggu saja,” katanya.

Dalam semalam, ia memulung setelah waktu Isya sampai tengah malam, bahkan bisa sampai subuh saat banyak pungutan. Penghasilannya rata-rata Rp 25 ribu dalam sehari. Memulung sampah itu terus dilakoninya setiap hari di sekeliling Kota Blora.

 

 

Detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *