Sopir Tangki Pertamina Bertahan di Depan Istana Hingga Tuntutan Dikabulkan

 

LINTASSUMASEL.COM,- Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) PT Pertamina Patra Niaga mengancam terus bertahan di depan Istana Negara, hingga tuntutan mereka dikabulkan.

Pantauan  di lokasi, hingga pukul 15.00 WIB massa mulai cair dan beberapa merebahkan diri di aspal dengan bernaung pada tenda yang mereka dirikan.

“Kita akan di sini, sekuatnya dan sampai semua ada penjelasan,” ujar salah satu peserta aksi, Dedi saat berbincang di lokasi, Kamis (27/12).

Pria asal Cirebon ini mengaku dipecat bukan hanya sepihak. Tetapi tidak ada rasa kemanusiaan yaitu dipecat dengan pesan singkat.

“Lah kan kita cuma tau dari SMS aja, setelah gak ada kabar apa-apa lagi,” ungkapnya.

Dedi menyebut, dalam aksi ini dia turut serta membawa anak istrinya yang kini perekonomian keluarga mereka semakin tidak baik.

Sebelum ke Istana, beberapa hari lalu SP-AMT menggelar aksi serupa di depan Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Dan sama dengan sebelumnya, mereka melakukan aksi kubur diri.

Aksi SP-AMT yang berlangsung sejak pekan lalu ini menyuarakan empat tuntutan: Pertama, bayarkan upah lembur yang belum dibayarkan sesuai nota sudinaker dan Kementerian Ketenagakerjaan dan upah proses selama di-PHK. Kedua, pekerjakan kembali 1.095 AMT yang di-PHK massal dan secara sepihak.

Ketiga, angkat sebagai karyawan tetap di PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin, sesuai dengan nota sudinaker yang sudah disahkan oleh pengadilan; dan keempat, bayarkan hak pensiun bagi pekerja yang lanjut usia sesuai perundang undangan yang berlaku. [lov]

RMOL

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *